Kesempurnaan ilmu dengan BERAMAL SHALEH (ACTION) tanpa henti yang menjadikan dunia lebih baik.

Hubungi 081310737352 untuk pelatihan spiritual gratis inhouse atau organisasi/arisan/keluarga,

Tuesday, July 3, 2012

Sadar internal dan Sadar dipaksakan Allah

Terkadang saat kita sadar, baru bisa merasakan nikmat itu besar atau dalam hal ini kita merasakan nikmat itu karena Allah berikan musibah/rasa sakit. Kedua hal itu berbeda, yang pertama memberikan kesempatan kita untuk berpikir dengan ilmu yang kita miliki agar apa yang kita kerjakan memang betul dari dalam hati. Dorongan ini menjadikan lebih kuat buat kita.
Sebaliknya, kesadaran yang dipaksakan Allah dengan memberi sesuatu yang buruk agar kita merasa kehilangan. Dan rasa kehilangan itu bisa mendorong kita lebih baik. Tapi umumnya bila selesai keburukan itu, kita pun lupa lagi dengan kesadaran kepada Allah. Mengapa ? Karena kita merasa kitalah yang menghilangkan keburukan itu, BUKAN sebagai kehendak Allah untuk menyadarkan kita akan kelemahan kita.
Mari kita belajar dari kedua hal di atas, memulai menggali ilmu dan terus berupaya untuk sadar dan bersikap baik terhadap keburukan yang kita terima sebagai langkah Allah mengingatkan kita untuk sadar kepadaNya.

Bersyukur

Sudah seharusnya kita bersyukur atas kehidupan ini dan menjadikan hidup penuh amal shaleh. Persiapkan diri kita untuk kematian ..... dimana saja, kapan saja. Kematian itu dekat, sedekat saat kita merenung dan memperhatikan diri kita, kita tak kuasa atas bekerja nafas ini, kita tak kuasa menentukan hasil apapun atas apa yang kita lakukan. Dan bahkan kita tak kuasa atas waktu dan aktivitas kita besok. Ya Allah, yang Maha Menguasai diri kita mampukan diri ini untuk menyadari itu semua dan mampu beramal shaleh lewat shalat, sabar, syukur dan sebagainya. Aminn
demikianlah hal tersebut terungkap dalam firman Allah berikut ini :
"kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al Hadid, 57 : 2)" 

Monday, July 2, 2012

Mengenal lebih dalam apa yang bisa dikerjkan orang lain

Kita tidak pernah atau tidak mau berpikir tentang apa yang dikerjakan orang lain yang sama pekerjaannya dengan kita. Akibatnya kita tidak bisa mengukur apa yang sudah kita kerjakan dan berapa nilainya.
Mengenal pasar, kita harus mengena; dengan baik apa pekerjaan yang kita kerjakan, seberapa tinggi persaingannya ? Apakah pasar sangat membutuhkannya dan persedian sedikit ? Semakin tinggi persaingan (semakin banyak orang) dalam pekerjaan yang kita tekuni semakin rendah harga (gaji) yang kita terima dan sebaliknya semakin rendah persaingan (semakin sedikit orang) dalam pekerjaan yang kita tekuni semakin mahal harga yang kita terima. Maka pelajari betul dengan jenis pekerjaan yang kita kerjakan dan pertajamlah keahlian kita yang membuat kita semakin bernilai (terbaik) dalam pekerjaan.
Mengenal orang lain dalam pekerjaan yang sama, kita harus mampu mengukur kemampuan kita dengan melihat apa yang orang lain kerjakan, berapa lama, berapa kuat semangat/ilmu/tindakan dalam menyelesaikan pekerjaan. Maka jadikan semua itu sebagai motivasi untuk selalu berubah menjadi yang terbaik dari yang lain.
Mengenal diri sendiri berupa kesadaran kita tahu tentang kekuatan dan kelemahan yang kita miliki, dengan demikian yang membuat kita fokus kepada kekuatan daripada kelemahan.    

Ingin lebih baik, latihlah 3 hal di atas untuk mampu membuat kita semakin baik setiap hari.


Munir HB

Wednesday, June 20, 2012

SADAR TAPI TIDAK SADAR

Ungkapan yang menarik untuk disimak adalah Ada orang bilang dirinya SADAR tapi tidak menikmatinya (tidak sadar), contohnya makan menjadi bagian rutinitas kita yang suatu hari kita pernah makan (SADAR) tapi makan otomatis dengan tangan mengambil makanan dan mengunyah dan seterusnya (tidak merasakan/menikmati makanan dimasukkan ke mulut dan tidak mampu mencium aroma makanan dan sebagainya).
Atau seringkali kita pun TIDAK SADAR karena shalat kita sudah selesai atau sudah berapa rakaat ya, tapi kita mengatakan kita SADAR shalatnya. Dan mungkin banyak contoh ...suasana tersebut membuat kita merasa capek.
Bayangkan kalau kita SADAR sepenuhnya dengan menikmatinya  .... hidup terasa enak.

Tuesday, June 19, 2012

Belum sukses kalau belum sadar


Ngomongin “sadar” atau “kesadaran” menjadi menarik. Bisa jadi kita tahu, tapi tidak paham dan terus ngapain juga diomongin ?
Apakah Anda sadar sekarang ? “Iyalah”, jawab seorang teman dengan rada sedikit curiga dan balik bertanya , “Apa kamu juga lagi sadar ?’ Terima kasih pertanyaannya dan saya dalam keadaan sadar. Saya sedang berbincang dengan Anda dan sebenarnya ingin banyak tahu dengan “sadar”. Teman yang tadinya curiga sedikit emosi dan bilang “gila kali ya kamu nanya seperti itu”. Marah Ya ? tanya saya. Ngga, jawab teman. Dengan tenang saya meneruskan perbincangan, kita ini kan dalam keadaan sadar seperti yang Anda bilang. Teman tadi langsung nyeletuk, “Saya sangat sadar dan tidak gila lagi”. Kamu lihat “saya sehat kan ?”. Benar Anda dalam keadaan sadar, artinya Anda tidak tidur, tidak bingung dan tidak sakit (dan koma). Lalu saya bertanya lagi,”apakah yang sedang berbuat jahat itu sadar ?”. “Ya sadarlah” dengan sedikit ragu jawabannya. Kalau dengan asumsi Anda tadi orang sadar itu sehat/tidak tidur/tidak bingung/tidak sakit, berarti orang jahat itu juga sadar. Tapi saat orang jahat itu tidak melakukan lagi kejahatan lalu dia “sadar” kan ? “Iya dia sadar dan insyaf”, kata teman.
Dari percakapan di atas, ada beberapa yang bisa kita simpulkan :
1.    Sadar berarti sehat secara jasmani
2.    Sadar berarti tidak dikuasai emosi
3.    Sadar berarti melakukan tindakan yang baik (mengikuti referensi agama)
  
Kesadaran menurut kamus besar bahasa Indonesia, ke-sa-dar-an :
sa·dar [1] 1 a insaf; merasa; tahu dan mengerti: kita harus -- bahwa hidup ini penuh perjuangan; 2 v ingat kembali (dr pingsan dsb); siuman: orang yg pingsan tadi kini sudah --; 3 v bangun (dr tidur): tengah malam dia -- dr tidurnya krn bermimpi buruk;
-- hukum kesadaran untuk menegakkan hukum di dl kehidupan bermasyarakat;
-- lingkungan kesadaran untuk mengarahkan sikap dan pengertian masyarakat thd pentingnya lingkungan yg bersih, sehat, dsb;
-- wisata kesadaran untuk mematangkan serta mengarahkan sikap dan pengertian masyarakat yg positif thd perkembangan kepariwisataan;

me·nya·dar v, - arwah mengingat arwah (selamatan, biasanya pd bulan Syakban);

me·nya·dari v menginsafi; mengetahui; merasai: semua insan harus - tanggung jawabnya;

me·nya·dar·kan v 1 menjadikan (menyebabkan) sadar; menginsafkan; mengingatkan: Pemerintah harus selalu - penduduknya untuk melaksanakan program keluarga berencana; 2 menjadikan (menyebabkan) ingat kembali (siuman, bantun): dokter berusaha - orang yg pingsan itu;

ter·sa·dar v sudah sadar (dr); terjaga; terbangun: saya - dr tidur krn adanya teriak orang di luar rumah;

pe·nya·dar·an n proses, cara, perbuatan menyadarkan: usaha - pasien yg gegar otak itu memerlukan waktu yg agak lama;

ke·sa·dar·an n 1 keinsafan; keadaan mengerti: - akan harga dirinya timbul krn ia diperlakukan secara tidak adil; 2 hal yg dirasakan atau dialami oleh seseorang;

- diri kesadaran seseorang atas keadaan dirinya sendiri;

- etnis Antr kesadaran seseorang bahwa kebudayaan suku bangsanya berbeda dng kebudayaan suku bangsa lain;

- hukum 1 kesadaran seseorang akan nilai-nilai yg terdapat dl diri manusia mengenai hukum yg ada; 2 kesadaran seseorang akan pengetahuan bahwa suatu perilaku tertentu diatur oleh hukum;

- kelamin kesadaran seseorang akan jenis kelaminnya;

- kelas kesadaran seseorang akan kedudukannya dl susunan tinggi-rendah di dl masyarakat;

- lingkungan pengertian yg mendalam pd orang seorang atau sekelompok orang yg terwujud dl pemikiran, sikap, dan tingkah laku yg mendukung pengembangan lingkungan;

- politik kesadaran dan pengetahuan orang mengenai kekuatan politik dl masyarakat;

- ras kesadaran seseorang bahwa rasnya berbeda dng ras orang lain, biasanya dl arti bahwa sifat rasnya lebih unggul dp sifat ras orang lain;

- seks kesadaran kelamin;

- sosial kesadaran seseorang secara penuh akan hak dan kewajibannya sbg anggota masyarakat


Dalam kesehatan, Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungan, Perubahan tingkat kesadaran dapat diakibatkan dari berbagai faktor, termasuk perubahan dalam lingkungan kimia otak seperti keracunan, kekurangan oksigen karena berkurangnya aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di dalam rongga tulang kepala.

Kata Kesadaran tidak berdiri sendiri, selalu ada kata yang mengikutinya yang menjadi referensi kesadaran itu sendiri.

Friday, April 6, 2012

Merubah kebiasaan

Kebiasaan tanpa disadari telah menjadi raja dalam kita bertindak tanpa perlu kita pikirkan semua itu terjadi. Kebiasaan jalan-jalan setiap ada libur, maka setiap menjelang libur maka otak kita tanpa diperintah otak kita sudah merencanakan acara jalan-jalan. Belum ada acara jalan-jalan pun, otak berpikir lebih keras dengan mengajak/menggoda  teman untuk ikut atau nimbrung.
Bisakah kita merubahnya ? Begitu sulit untuk merubahnya. Merubahnya berarti kita harus mengganti kebiasaan itu dengan kebiasaan baru. Apa ya ? Menghabiskan waktu di rumah. Kebiasaan baru ini harus jelas, apa aktivitas kita di rumah. Bila kebiasaan ini yang kita bangun tidak dibarengi semangat dan niat yang kuat, maka menjadi sangat berat dan bisa kalah. Apalagi kebiasaan yang kita bangun itu "berlawanan" dengan kebiasaan lama, contoh kebiasaan jalan-jalan mau diganti dengan kebiasaan belajar dengan membaca buku. Menjadi sangat kontrdiktif antara keduanya, dan yang menang adalah yang mengarah kepada emosional yang menyenangkan yaitu jalan-jalan. Ada langkah baik menggabungkan keduanya, yaitu jalan-jalan ke toko buku atau pameran buku. Maka kebiasaan baru ini menjadi lebih ringan, karena tidak ada yang kontra.
Jadi mulailah merubah kebiasaan yang merugikan kita dengan menciptakan kebiasaan baru yang mudah kita lakukan. Mau coba ? Pastikan kebiasaan baru menciptakan kinerja baru yang membuat kita menjadi manusia sukses seperti yang kita impikan.

Ir. Munir Hasan Basri
Spiritual Motivator Trainer

Sunday, April 1, 2012

Kesadaran bukan sekedar paham

Contoh nyata dalam kehidupan, kita sering bilang "saya sadar kemarin saya salah" ... penyesalan yang sempurna bukan sekedar kkita TAHU salah dan PAHAM kesalahan kita, tapi harus dibarengi dorongan untuk ACTION.  Mengucapkan "saya sadar" sebenarnya belum sadar, tapi hanya memang sekedar TAHU dan PAHAM. Kondisi ini sering terjadi pada kita yang umumnya tidak banyak merubah kita untuk berubah.
Why ? TAHU dan PAHAM baru berada di alam sadar atau batas pengetahuan, bisa berubah tapi hanya sesaat saja dan setelah itu .... tidak menguat untuk berubah secara membumi (menjadi kebiasaan). SADAR mempunyai dorongan yang kuat secara emosional yang mampu mendorong kita untuk melakukan ACTION. Dorongan itulah yang bisa mempertahankan ACTION kita lalu menjadikannya sebuah KEBIASAAN BARU. Dan KESADARAN tidak ada begitu saja, tapi itu merupakan petunjuk atau hidayah dari Allah Swt. KESADARAN itu merupakan peringatan .... Bukankah kita pernah punya kekuatan atau kemampuan untuk melakukan perubahan tapi kita sia-siakan, "coba kemarin saya kerjakan, pasti beruntung saya". Di lain waktu kita ingin melakukan perubahan itu tidak ada dorongan sama sekali atau lemah, saat itulah keberadaan Allah menipis di hati kita. So kalau ingin berubah menjadi lebih baik maka hadirkan KESADARAN TENTANG TUHAN, Allah Swt dan ditambah dorongan emosional yang kuat menjadikan kita semakin cepat menjadi lebih baiknya.
Kuasai pengetahuan lewat TAHU dan PAHAMnya kita tentang sesuatu, lalu bekerjalah dengan baik yang diiringi oleh doa ..... Insya Allah, Allah menuntun dan membimbing kita menuju jalan yang lebih baik lewat KESADARANnya.